I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Didalam membangun sebuah usaha, seorang entrepreneur atau yang sering kita
sebut dengan seorang wirausaha harus mampu membaca tempat yang palisng
strategis untuk menunjang kelangsungan usaha yang akan dibangun. Banyak Usaha
Kecil Menengah yang dibangun masyarakat tidak mampu bersaing dengan para
pesaing dengan jenis produk yang sama. Kekalahan dalam bersaing itu salah satu
penyebabnya adalah salah menetapkan tempat yang tepat yang sesuai dengan jenis
usaha yang dijalani. Sebagai contoh seorang wirausaha yang bergerak dibidang
kuliner seperti bakso membuka warung bakso didalam sebuah gang yang jarang
dilalui oleh kendaraan, sementara yang menjadi langganan warung bakso tersebut
hanyalah orang disekitar warung saja. Maka warung bakso tersebut akan mengalami
kebangkrutan karena akan kalah bersaing dengan warung bakso lain yang memiliki
tempat usaha yang lebih strategis misalnya tempat usaha di pinggir jalan raya.
Dalam membuat rencana bisnis, pemilihan lokasi usaha adalah hal utama yang
perlu dipertimbangkan. Lokasi strategis menjadi salah satu faktor penting dan
sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Banyak hal yang harus
dipertimbangkan dalam memilih lokasi, sebagai salah satu faktor mendasar, yang
sangat berpengaruh pada penghasilan dan biaya, baik biaya tetap maupun biaya
variabel. Lokasi usaha juga akan berhubungan dengan masalah efisiensi
transportasi, sifat bahan baku atau sifat produknya, dan kemudahannya mencapai
konsumen. Lokasi juga berpengaruh terhadap kenyamanan pembeli dan juga
kenyamanan Anda sebagai pemilik usaha. Bagi wirausahawan pemula, sebaiknya
berhati-hati dalam menentukan lokasi usaha, jangan sampai asal pilih lokasi.
Selain penentuan lokasi, salah satu
aspek yang juga dianggap penting dalam menjaga agar usaha tetap berjalan dengan
posisi keuangan yang profit adalah merencanakan fasilitas usaha. Fasilitas
usaha yang dimaksud berupa fasilitas yang diberikan demi memuaskan para
konsumen seperti fasilitas keamanan atau security pada sebuah minimarket yang
memberikan rasa aman kepada konsumen sehingga konsumen tidak akan takut bila
terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti kemalingan dan lain sebagainya.
Fasilitas usaha tidak hanya dari segi keamanan saja, tetapi terdapat beberapa
fasilitas usaha yang akan memberikan dampak yang sangat positif didalam dunia
usaha.
Suatu usaha akan mampu bersaing bila mana pengusaha mampu meihat dan
memilih tempat atau lokasi usaha yang strategis demi menunjang kelancaran
usahanya, selain itu untuk membuat minat konsumen tidak berkurang atas produk
maupun jasa yang kita jual, seorang pengusaha harus bisa merencanakan fasilitas
usahanya sebaik mungkin. Oleh karena itu, penulis membuat makalah yang membahas
tentang “Memilih Lokasi Usaha dan Merencanakan Fasilitas Usaha”.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah-masalah yang akan dibahas akan
dibahas adalah sebagai berikut:
1. Apa
faktor yang mempengaruhi pengusaha dalam menentukan lokasi usaha?
2. Apa
alasan pengusaha memilih lokasi bisnis dirumah?
3.
Bagaiman merancang fasilitas fisik dalam usaha?
4.
Bagaiman merancang toko penyalur?
5.
Bagaimana menyusun atau melakukan penempatan peralatan?
6. Apa
keuntungan dalam memilih lokasi usaha yang tepat?
7. Apa
akibat jika salah memilih lokasi usaha?
C. Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai didalam pembuatan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi
pengusaha dalam menentukan lokasi usaha.
2.
Untuk alasan pengusaha memilih lokasi bisnis dirumah.
3.
Untuk mengetahui cara merancang fasilitas fisik dalam usaha.
4.
Untuk mengetahui cara merancang toko penyalur.
5.
Untuk mengetahui menyusun atau melakukan penempatan peralatan.
6.
Untuk mengetahui keuntungan dalam memilih lokasi usaha yang tepat.
7.
Untuk mengetahui akibat jika salah memilih lokasi usaha.
II. PEMBAHASAN
A. Enam Faktor Kunci Memilih Lokasi Usaha yang Ideal
Memilih lokasi usaha merupakan salah satu kegiatan awal yang baru dilakukan
sebelum perusahaan mulai beroperasi. Lokasi merupakan salah satu faktor penting
bagi perusahaan karena dapat mempengaruhi perkembangan dan kelangsungan hidup
perusahaan. Menentukan lokasi suatu perusahaan/pabrik harus dilakukan sebaik mungkin
agar dapat beroperasi/berproduksi dengan lancar, biaya operasi rendah, dan
mungkin perluasan pabrik atau tempat usaha dimasa yang akan datang.
Terdapat 6 (enam) faktor kunci dalam memilih lokasi usaha yang ideal,
antara lain adalah sebagai berikut:
1. Tersedianya sumber daya
Tersedianya sumber daya, terutama bahan mentah sebagai bahan baku produksi,
tenaga kerja sarana transportasi akan membantu pengusaha dalam banyaak hal.
Paling tidak, sumber daya tersebut dapat menghemat biaya, sehingga produk dapat
dibuat dengan biaya rendah yang pada akhirnya akan mampu bersaing dengan produk
para pesaing terdekatnya. Kedekatan dengan bahan mentah disamping dapat
menghemat biaya, juga akan memastikan kelangsungan hidup perusahaan terjamin
karena bahan baku tersedia melimpah dan dalam jangka panjang dapat diandalkan.
Tersedianya atau mudahnya memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan akan
menghemat dan menguntungkan perusahaan, sebab akan meminimalkan tingkat absensi
pegawai. Jika tenaga kerja harus diperileh dari lokasi yang jauh dari
perusahaan secara tidak langsung akan merugikan dari pegawai itu tersendiri,
terutama saat pulang pergi kekantor dan pulang ketempat tinggalnya akan
memerlukan waktu dan biaya yang signifikan. Tersedianya sarana transportasi
secara tidak langsung akan memberi keuntungan bagi perusahaan, para karyawan
maupun pelanggan terutama pada saat produk akan disalurkan ketempat tujuan
tidak terkendala sarana transportasi.
![]() |
2. Pilihan pribadi wirausahawan
Pertimbangan pilihan dalam menentukan tempat usaha disesuaikan dengan
keinginan kuat wirausahawan itu sendiri. Misalnya, faktor pertimbangan keuangan
yang tidak memadai, sebaiknya memilih daerah diluar kota dengan pertimbangan
tanah yang relatif murah, sehingga dengan mdal terbatas mampu membeli tempat
usaha yang lebih luas diluar kota. Dapat pula menghemat pengeluaran yang
umumnya untuk biaya sewa rumah bagi pegawainya juga jauh lebih murah, biaya
hidup juga lebih murah sehingga pegawainya dapat digaji lebih kecil, upah buruh
diluar kota juga relatif kecil bila dibandingkan dengan di DKI Jakarta,
sehingga biaya eksploitasi perusahaan dapat dihemat. Pilihan atau pertimbangan
lain, misalnya memilih lokasi usaha didaerah puncakatau daerah wisata lain,
seperti memilih tempat usaha dipulau bali, sehingga taerget konsumen atas
produk/jasa yang kita jual, tidak hanya ditujukan pada wisatawan domestik atau
lokal, tetapi dapat juga ditujukan kepada caolon pembeli wisatawan asing.
3. Pertimbangan gaya
hidup keluarga
Wirausahawan
memilih gaya hidup dengan focus semata-mata lebih meningkatkan keharmonisan
rumah tangga atau keluarga daripada kepentingan bisnis. Keluarga menjadi
pertimbangan utama dalam menentukan tempat usaha. Artinya, tenaga, pikiran,
waktu dan lain-lain diperuntukan bagi keutuhan dan keharmonisan keluarganya,
bukan seluruh daya upaya hanya untuk kepentingan bisnis semata.
4. Kemudahan dalam
mencapai konsumen
Seorang pengusaha dalam menentukan tempat usaha berorientasi pada pasar
(pusat konsentrasi para konsumen berada). Pasar atau tempat penjualan menjadi
prioritas dalam mempertimbangkan sukses bisnisnya.
5. Kondisi lingkungan
bisnis
Seorang pengusaha memilih lokasi dengan lingkungan bisnis bertumbuh dan
berkembang dan juga sebagai tempat atau sentra bisnis. Sebagai contoh, pilihlah
tempat usaha didaerah Glodok, Kelapa Gading, Tanah Abang dan sebagainya, atau
bila ingin mendirikan pabrik pilihlah suatu daerah dilingkunag kawasan
industri. Contohnya memilih lokasi kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta timur
dan sekitarnya. Intinya adalah kondisi lingkungan bisnis menjadi pertimbangan
utama dalam menentukan lokasi usaha. Dengan memiliki lokasi usaha ditempat ini,
pengusaha tidak lagi memikirkan lagi sarana dan prasarana, baik bagi
perusahaannya maupun bagi para pegawainya. Dilingkungan bisnis, biasanya
pemerintah sudah membangun sarana dan prasarana lainnya yang memadai, seperti
tersedianyaa rumah sakit, perumahan, sekolahan, tempat ibadah, tempat olah
raga, pembangkit listrik, bahkan dibangun mall ataupuh hypermarket untuk sentra
belanja dan sebagainya.
6. Tersedianya tempat dan biaya
Untuk menentukan usahanya, seorang pengusaha telah menyediakan tempat
tinggal, demikian juga biayanya, sehingga ia dapat memilih jenis usaha yang
akan dijalankan dengan memiliki tempat dan biaya tersebut.
B. Bisnis Bertempat di Rumah
Terdapat beberapa alasan untuk memilih lokasi usaha yang bertempat di
rumah, yaitu:
1. Pertimbangan keuangan
Pertimbangan keuangan yang dimaksud adalah dapat menghemat pengeluaran,
baik untuk keperluan sewa tempat maupun menghemat biaya transportasi, menghemat
tenaga, menghemat waktu dan lain sebagainya.
2. Pertimbangan gaya
hidup keluarga
Misalnya anak terjamin didalam pengawasan pendidikannya, antar-jemput
kesekolah dapat dilakukan sendiri. Hubungan komunikasi suami istri dan
anak-anak jauh lebih intensif., biaya makan tidak harus dikeluarkan dengan
mahal sebab dapat makan pagi, siang dan sore bersama keluarga dirumah dan lain
sebagainya.
Untuk menghidari konflik kepentingan antara bisnis dan keluarga, maka perlu
menetapkan batas ruang rumah untuk kepentingan keluarga dan batas rumah untuk
kepentingan bisnis, dan pemisahan juga antara pemakaian telephon, gas, listrik
air dan lain sebagainya untuk kepentingan keluarga dan kepentingan operasional
bisnis. Dengan cara pemisahan ini, maka rugi laba perusahaan dapat di analisis
dengan mudah.
Bisnis yang bertempat dirumah memiliki tantangan tersendiri didalam bisnis
tersebut, tantangan tersebut terdiri dari dua hal yaitu:
1. Image atau citra bisnis
Bila terjadi kontak telephon dari seorang pelanggan tetapi anak kecil yang
menjawab telepon tersebut, maka citra bisnis dimata pelanggan tidak profesional.
Demikian halnya ruang usaha untuk menerima tamu yang relatif sempit membuat
citra bisnis kurang menunjukan bonafiditasnya.
2. Pertimbangan hukum
Adanya peraturan pemerintah pusat atau pemerintah daerah tertentu yang
membatasi tempat tinggal dan kantor mungkin akan dapat mengagnggu kelangsungan
hidup usaha atau perusahaan.
Bisnis yang bertempat dirumah akan sangat terbantu dengan adanya kemajuan
dibidang teknologi, misalnya internet, telepon, computer, mesin faks dan lain
sebagainya.
C. Merancang Fasilitas Fisik
Dalam merancang sebuah fasilitas fisik, sebaiknya mempertimbangkas
persyaratan fungsional dan tata letak fasilitas fisik, seperti:
1. Perhatikan persyaratan
fungsional
a. Keamanan
Dalam merancang fasilitas fisik, sebaiknya faktor keamanan bagi para pihak
atau pemangku kepentingan menjadi perhatian utama. Jangan sampai membangun
sebuah fasilitas fisik yang dapat membahayakan bagi para pengguna atau pihak
yang berkepentingan. Misalnya, apakah pembuangan sampah, limbah dan asap pabrik
membahayakan bagi masyarakat sekitarnya atau tidak. Bila membahayakan bagi
lingkungan tentu kelangsungan hidup perusahaan akan dapat terganggu, sebab
protes warga akan membawa dampak adanya kemungkinan perusahaan ditutup.
b. Kenyamanan
Dalam merancang suatu fasilitas fisik, sebaiknya mempertimbangkan faktor
kenyamanan.
c. Keindahan
Demikian halnya faktor keindahan, dalam merancang suatu fisik, sebaiknya
diusahakan agar diupayakan untuk indah dipandang oleh siapapun
2. Rancangan pabrik
a. Pemilihan ruangan produksi
Pemilihan ruang produksi yang akan disusun dengan menggunakan pola garis
lurus, huruf U atau berdasarkan jam berjalan (berputar) searah jarum jam akan
memudahkan penerimaan bahan baku dan proses distribusi atau pengiriman
produknya.
b. Pengelompokan mesin
Menegelompokan mesin-mesin serupa atau mesin-mesin yang penempatannya
didasarkan pada proses atau tahapan, ditempatkan dalam suatu ruangan.
D. Rancangan Toko Penyalur
Dalam merancang sebuah took penyalur dapat dipilih
pola-pola berikut ini:
1. Pola jaringan (gird
pattern)
Pola jaringan adalah pola blok yang memberikan pembukaan barang dagangan
dan memudahkan pengamanan dan kebersihan.
2. Pola aliran bebas
(free flow pattern)
Pola aliran bebas adalah memberikan fisualisasi barang dan kebebasan bergerak
bagi konsumen atau pengunjung.
3. Pola swalayan (self
service layout)
Pola swalayan adalah pemberian akses langsung pada barang dagangan.
E. Penempatan
Peralatan
1. Peralatan pabrik
a.
Peralatan umum: mesin yang memiliki berbagai fungsi dalam proses produksi,
sebaiknya dileyakan di lokasi yang strategis atau dipusat (senter) aktivitas
diseluruh bidang-bidang yang ada.
b. Peralatan
khusus: mesin yang didesain khusus untuk menjalankan fungsi-fungsi khusus dalam
proses produksi sebaiknya diletakan pada tempat yang tidak mengganggu peralatan
umum.
2. Peralatan kantor
a. Permanen:
penempatan lemari, kursi, meja dan sebagainya ditempat yang relatif permanen.
b. Berkaitan
dengan teknologi: mesin fax, photocopy, telepon, computer dan lain-lain
sebaiknya ditempatkan pada pusat (senter) atau ditengah-tengah, sehingga
penghematan gerak dan waktu dapat dipersingkat.
F.
Keuntungan Memilih Lokasi Usaha yang Tepat
Jika kita dapat memilih lokasi usaha yang tepat, maka perusahaan akan
mampu:
1. Melayani konsumen dengan
memuaskan
2. Mendapatkan bahan mentah
yang cukup mudah dan berkesinambungan dengan harga yang layak atau memuaskan
3. Mendapatkan tenaga kerja yang
cukup
4. Memungkinkan perluasan usaha atau
perusahaan dikemudian hari
G. Akibat
Salah Memilih Lokasi
Beberapa akibat apabila kita salah dalam memilih lokasi usaha adalah
rendahnya pendapatan operasi yang mungkin akan menyebabkan terjadi hal-hal
seperti berikut:
1. Tinggi biaya transportasi yang harus
dikeluarkan
2. Kekurangan tenaga
kerja yang kita butuhkan
3. Kehilangan kesempatan
dalam bersaing
4. Tidak cukupnya bahan baku
yang tersedia
5. Kemungkinan kesulitan
dalam pengembangan usaha
6. Lebih fatal lagi bisa jadi perusahaan
bisa tutup atau bangkrut lokasi yang kita pilih tidak strategis
H.
Alasan (Evaluasi) Perubahan Lokasi (Relokasi) Usaha
Ada beberapa alasan untuk melakukan evaluasi atas lokasi usaha yang kita
pilih, yaitu:
1. Berpindahnya pusat kegiatan
bisnis sebelumnya;
2. Berubahnya adat kebiasaan masyarakat;
3. Berpindahnya
konsentrasi pemukiman penduduk;
4. Adanya jaringan
komunikasi dan pengangkutan yang lebih baik;
5. Menungkatkan
kapasitas produksi perusahaan;
6. Lokasi sebelumnya digusur oleh
Pemerintah/Pemerintah Daerah karena akan digunakan untuk kepentingan umum;
7. Dilakukannya relokasi karena tidak
sesuai dengan peruntukan yang telah ditentukan oleh pemerintah.
I. Faktor-Faktor
yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Lokasi Usaha
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih lokasi usaha
diantaranya:
1. Faktor
primer
a. Letak pasar
b. Letak sumber bahan baku
c. Ketersediaan tenaga kerja
d. Ketersediaan tenaga listrik
e. Ketersediaan air
f. Fasilitas pengankutan
2. Faktor
sekunder
a. Fasilitas perumahan, pendidikan, perbelanjaan
dan telekomunikasi
b. Pelayanan kesehatan,
keamanan dan pencegahan atau pemadam kebakaran
c. Peraturan pemerintah
daerah setempat
d. Sikap masyarakat
e. Peraturan lingkungan
hidup
f. Biaya atau izin mendirikan
bangunan
g. Tempat parker
h. Saluran pembuangan
limbah
i. Kemungkinan perluasan
j. Karakteristik
tanah
k. Lebar jalan
Dari faktor primer dan sekunder tersebut tentu tidak berlaku seluruh produk
dan jasa hal tersebut dikarenakan mungkin untuk produk dan jasa tertentu faktor
primer dapat diabaikan, tetapi justru faktor sekunder yang menjadi pertimbangan
utama.
J. Metode
Pemilihan Lokasi Usaha
Beberapa metode dalam memilih lokasi usaha/perusahaan, antara lain :
1.
Metode Rating
Suatu pendekatan umum yang berguna untuk mengevaluasi dan membandingkan
berbagai alternative lokasi. Dengan prosuder perhitungan sebagai berikut:
1. Tentukan faktor–faktor relevan,
misalnya lokasi pasar, bahan baku, sumber air, dan lain-lain yang disesuaikan
dengan jenis yang akan dipilih.
2. Berikan Bobot (B) kepada setiap faktor yang
menunjukkan tingkat kepentingannya
terhadap faktor-faktor lain.total bobot untuk semua faktor adalah 1 atau 100
persen.
3. Tentukan skala
penilaian terhadap semua faktor.
4. Berikanlah Nilai (N) pada setiap
alternative lokasi. Lokasi yang dianggap terbaik harus diberikan nilai maksimal
atau tertinggi, sedangkan alternative lokasi lainnya mendapat nilai yang
proposional dibandingkan alternative terbaik tadi.
5. Kalikan bobot dengan nilai untuk
setiap faktor, dan jumlahkan untuk setiap alternative lokasi.
6. Lokasi dengan total nilai tertimbang yang
terbesar adalah yang sebaliknya dipilih.
Metode ini, menentukan bobot (B), skala penilaian, Nilai (N) pada setiap
alternative lokasiusaha sangat ditentukan oleh pengusaha itu sendiri, tidak
sekedar melakukan plot, tetapi ada pertimbangan-pertimbangan tertentu, minimal
dengan membandingkan apakah produk tersebut dilokasi tersebut telah melimpah
atau jenuh.
2. Metode Analisis Biaya
Metode analisis volume biaya (cost
volume analysis method) menekankan kepada faktor biaya dalam memilih suatu
lokasi, yaitu dengan membandingkan total biaya produksi dari berbagai
alternative lokasi. Analisis dapat dilakukan secara numeris ataupun secara
grafis.
Dengan asumsi: biaya tetap dianggap konstan untuk range volume tertentu,
biaya variable dianggap linier, tingkat produksi yang dikehendaki diketahui,
berlaku hanya untuk satu jenis produk saja. Prosedur penghitungan sebagai
berikut:
1. Tentukan jumlah biaya
tetap dan biaya variable untuk setiap alternative lokasi; 2. Plot
garis total biaya untuk setiap alternative pada grafik yang sama;
3. Pilih alternative lokasi yang
jumlah biaya total terendah untuk tingkat volume produksi yang dikehendaki (tertentu).
Dalam metode ini yang harus diperhatikan adalah ketelitian dalam melakukan
penghitungan berbagai jenis biaya secara tepat atau minimal mendekati, juga
asumsi-asumsi yang dipakai harus mendakati dengan kenyataannya atau
asumsi-asumsi yang dirumuskan. Penghitungan hanya berlaku untuk satu produk
saja, bila multi produk, metode ini cukup sulit dilakukan bagi seorang
pengusaha untuk menentukan lokasi usaha yang ideal.
3. Metode Pusat Gravitasi
Metode pusat gravitasi (center
gravity approach) digunakan untuk memilih sebuah lokasi yang dapat
meminimalkan jarak atau biaya menuju fasilitas-fasilitas yang sudah ada atau
berbagai fasilitas teridentifikasi ada. Pendekatan ini dimulai dengan membuat
suatu peta dari tempat-tempat yang akan dituju dengan memilih suatu titik dari
mana saja sebagai titik pusat koordinat.
Jarak dari satu tempat ketempat lain diasumsikan berupa garis lurus, dan
biaya distribusi per unit barang per kilometer dianggap sama. Hal yang harus
dipertimbangkan didalam metode ini adalah berapa besar penyimpangan atau devisa
yang terjadi, sebab kenyataannya pada lokasi tertentu sangat dipengaruhi oleh
kondisi lalu lintas didaerah itu, misalnya dalam memprediksi waktu untuk
mencapai lokasi sering kali tidak tepat karena mungkin dilokasi itu ada pasar,
sekolah, rumah sakit dan lain-lain yang pada waktu-waktu tertentu akan sulit
untuk memproyeksikan waktu menuju lokasi usaha. Artinya, asumsi waaktu sulit
diprediksi bila dikaitkan dengan jarak yang ditempuh. Jadi, metode garis
gravitasi, untuk menentukan lokasi usaha harus dilakukan tes lapangan terlebih
dahulu.
4. Metode Transportasi
Metode transportasi pada prinsipnya mencari nilai optimal yang dapat
diperoleh dengan memperhitungkan pemenuhan permintaan dan penawaran dengan
biaya transportasi yang terendah. Dengan menggunakan metode ini juga dapat
diperoleh suatu alokasi yang dapat meminimumkan total biaya transportasi atau
total waktu pengiriman.
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Terdapat enam faktor kunci dalam
pemilihan lokasi usaha:
a. Tersedianya sumber daya
b. Pilihan pribadi wirausahawan
c. Pertimbangan gaya hidup keluarga
d. Kemudahan dalam mencapai konsumen
e. Kondisi lingkungan bisnis
f. Tersedianya tempat dan biaya
2. Alasan melakukan bisnis yang bertempat tinggal
dirumah adalah pertimbangan keuangan dan
pertimbangan gaya hidup keluarga.
3. Dalam merancang fasilitas fisik demi menjamin
keberlangsungan hidup perusahaan, seorang pengusaha harus mempertimbangkan
persyaratan fungsional dan tata letak fasilitas fisik perusahaan tersebut.
4. Dalam merancang toko penyalur, terdapat tiga
pola yang bisa digunakan, yaitu pola jaringan, pola aliran bebas dan pola
swalayan.
5. Dalam penempatan peralatan, peralatan
dibedakan menjadi dua yaitu peralatan kantor dan peralatan pabrik. Dimana
peralatan pabrik terdiri dari peralatan umum yang sering digunakan dan
peralatan khusus, sementara pada peralatan kantor terdapat peralatan yang
bersifat permanen dan peralatan yang berkaitan dengan teknologi. Dimana semua
jenis peralatan tersebut ditempatkan sesuai dengan kebutuhan dan tidak
mengganggu fungsional peralatan lain.
6. Didalam menentukan
lokasi usaha, terdapat beberapa keuntungan yang didapat oleh pengusaha bila
pemilihan lokasi usaha dilakukan dengan tepat, yaitu melayani konsumen dengan
memuaskan, mendapatkan bahan mentah yang cukup mudah, mendapatkan tenaga kerja
yang cukup, memungkinkan perluasan usaha.
7. Didalam menentukan lokasi usaha, terdapat
beberapa kerugian yang didapat oleh pengusaha bila salah dalam pemilihan lokasi
usaha, yaitu tingginya biaya transportasi yang dikeluarkan, kekurangan tenaga
kerja, kehilangan kesempatan dalam bersaing, susah mendapat bahan baku.
B. Saran
Berdasarkan uraian dan kesimpulan diatas, penulis memberikan sedikit saran
bagi para pengusaha baik yang sudah terjun didalam usaha tersebut maupun yang
masih dalam proses pembuatan usaha baru agar mempertimbangkan atau memikirkan
secara matang tempat yang paling strategis untuk usaha tersebut, karena dengan
tempat yang strategis tersebut pengusaha mampu memaksimalkan keuntungan sebesar
mungkin dan meminimumkan biaya yang dikeluarkan. Selain itu pengusaha juga
harus memperhitungkan masalah fasilitas fisik dari perusahaannya apakah dapat
mengganggu khidupan warga sekitar maupun lingkungan atau tidak, karena
fasilitas fisik perusahaan yang tepat guna mampu menjaga keberlangsungan
perusahaan tersebut tanpa menimbulkan masalah yang tidak diduga oleh
pengusahan.
DAFTAR
PUSTAKA
Dzulfikri. Penentuan Lokasi Pabrik dalam Rencana untuk
Perluasan Perusahaan. Jurnal. 16 Hal.
Iswara,
H.A.W., Evania, V., dan Wayan, I.S.W. Pemilihan Lokasi dengan Metode Tree
Decision. Jurnal. 12 Hal.
Irani,
Y. dan Septiyanti, D. Analisis Pengeruh Faktor-Faktor Lokasi Terhadap Lokasi
Strategis dan Penentusn Lokasi Pusat Pistribusi Pupuk Urea di PT. Pupuk Kujang
Cikampek. National Indstrial Engineering
Conference. 9 hal.
Saiman,
Leonardus. 2009. Kewirausahaan. Jakarta:
Selemba Empat
Wayan, I.S.
2015. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Usaha Pedagang
Kaki Lima di Pantai Penimbangan Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Jurnal.
Vol 5(1). 10 Hal.
Yenny,
L.B. dan Natalia, C.R. 2014. Penentuan Lokasi dan Perencangan Tata Letak
Fasilitas Tempat Packaging PT. ABC.
Jurnal Titra. Vol 2(2). 6 Hal.
Wayan, I.S.
2015. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Lokasi Usaha Pedagang
Kaki Lima di Pantai Penimbangan Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Jurnal.
Vol 5(1). 10 Hal.
![]() |